Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Pekerjaan adalah salah satu faktor yang penting dalam usaha bertahan hidup. Karena dari pekerjaan itulah kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Namun ada kalanya kita kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yang mana faktor-faktor tersebut bisa berasal dari dalam diri sendiri, lingkungan, maupun ketersediaan lowongan kerja yang terbatas. Banyak perusahaan yang kebingungan dalam mencari karyawan, demikian pula sebaliknya, banyak pencari kerja yang kebingungan untuk mencari lowongan pekerjaan di perusahaan.

Tahukah kita bahwa teman-teman kita saat ini juga akan menjadi salah satu dari sekian banyak pesaing kita dalam mendapatkan pekerjaan. Bagaimana tidak?! Setiap individu pasti membutuhkan mata pencaharian. Kebutuhan akan mata pencaharian ini didorong oleh kebutuhan jasmani setiap orang yang akan selalu bertambah dan tidak pernah merasa puas untuk hanya sekedar berada di satu titik tertentu. Teman sepermainan kita saat ini bisa saja mempunyai tingkat keberuntungan yang lebih rendah ataupun lebih tinggi dari kita dalam memperoleh kesempatan bekerja.

Namun demikian tidak jarang juga seseorang mendapatkan pekerjaan dari teman-temannya. Misalnya saja si A sudah bekerja di sebuah perusahaan, lalu si A punya teman yaitu si B. Si B sudah berusaha mencari pekerjaan kesana kemari, namun belum juga mendapatkan lowongan kerja. Pada saat perusahaan si A membutuhkan pekerja untuk posisi tertentu, maka si A mengajak si B untuk mengisi posisi tersebut. Begitulah akhirnya si B bisa mendapatkan pekerjaan dari link temannya sendiri, yaitu si A.

Bukan hal tabu jika saat ini perusahaan lebih percaya untuk mengambil karyawan baru dari referensi orang-orang yang sudah dikenalnya. Setidaknya, pihak perusahaan bisa menyelidiki profil pelamar dari sumber yang jelas. Dengan demikian, referensi dari orang-orang tertentu juga sangat penting bagi seorang pelamar untuk bisa diterima di sebuah perusahaan.

Selain berguna untuk perusahaan, link dari orang-orang yang sudah dikenal juga memberikan satu poin khusus untuk pelamar. Setidaknya seorang pelamar bisa mengetahui profil perusahaan terlebih dahulu. Hal ini juga untuk menghindari rawannya praktik penipuan lowongan kerja yang banyak berjamur di dunia karir saat ini. Maraknya praktik penipuan berkedok lowongan kerja ini bisa disebabkan karena hanya sedikit sekali informasi yang didapatkan pelamar tentang perusahaan yang dilamarnya.

Berikut penulis bagikan tips memenangkan persaingan mendapatkan pekerjaan dari segi penataan pribadi:
1.       Kepercayaan diri
Kepercayaan diri adalah merupakan salah satu faktor penting yang menjadi kunci keberhasilan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Kepercayaan diri inilah yang dapat melahirkan keyakinan diri, dan keyakinan membentuk kemampuan. Selama seseorang yakin pada kemampuannya, ia akan selalu berpikir bahwa ia bisa dan ia mampu.
                Banyak keinginan yang tidak tercapai karena disabotase oleh keyakinan sendiri yang negatif. Ketika kita tidak yakin pada diri sendiri, potensi yang kita miliki tidak akan berguna dan peluang yang ada dapat terlewatkan. Karena itu penting untuk membentuk sendiri kepercayaan diri yang positif, karena cara terbaik untuk  membentuk keyakinan adalah dengan memilihnya oleh diri sendiri.

2.       Keterampilan
Pribadi yang terampil akan banyak dicari oleh perusahaan. Karena itu mengasah keterampilan itu perlu untuk membentuk perbedaan antara keterampilan yang kita miliki dengan keterampilan orang lain.karena itu terampillah di keterampilan-keterampilan umum seperti:
a.       Komputer, pada era ini memiliki keterampilan dalam bidang komputer adalah hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang, hal ini dikarenakan komputer sudah menjadi alat utama dalam kelangsungan sebuah perusahaan
b.      bahasa inggris/mandarin. Sekalipun bahasa inggris atau mandarin bukanlah bahasa sehari-hari, memiliki kemampuan bahasa asing akan menjadi nilai tambah pelamar kerja dalam memikat perusahaan. Apalagi jika perusahaan tersebut adalah perusahaan asing atau expor-impor, mereka pasti lebih memilih karyawan yang juga memiliki kemampuan berbahasa asing untuk berkomunikasi dengan kliennya yang kemungkinan besar merupakan warga negara asing.
c.       Mengemudi. Inilah alasan banyak perusahaan mencantumkan kepemilikan SIM A, B maupun C daam kualifikasi lowongannya. Sebuah survey menunjukkan bahwa seseorang dengan kemampuan mengemudikan kendaraan memiliki kesempatan bekerja yang lebih besar dari kandidat yang lain.
d.      dan lain sebagainya. Faktor ini bisa disesuaikan dengan konsep perusahaan yang dilamar oleh kandidat.

3.       Komunikasi
Cara seseorang berkomunikasi adalah salah satu faktor utama perusahaan untuk memilih kandidat calon pegawainya. Karena itulah cara kita berkomunikasi dengan interviewer saat melamar pekerjaan, saat sudah diterima bekerja maupun saat kita sudah meninggalkan pekerjaan lama kita sangat penting. Komunikasi personal terdiri dari:
-          Isi                                    : 10%
-          Intonasi                        : 30%
-          Bahasa tubuh            : 60%
Karena itu berkomunikasilah dengan penuh keyakinan, kapanpun dan dimanapun. Saat interview melamar kerja, cara kita mengkomunikasikan pesan pada interviewer akan mempengaruhi penilaian interviewer dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak lamaran kerja kita. Komunikasi dianggap sebagai cerminan perilaku seseorang. Cara seorang pelamar menyampaikan jawaban atas pertanyaan interviewer dianggap sebagai simbol kepribadiannya. Karena itu pikatlah interviewer dengan komunikasi yang baik pada kesan pertama.
Akan tetapi pentingnya komunikasi tidak hanya pada saat kita melamar, saat kita sudah bekerja di sebuah perusahaan, jadilah seseorang yang bisa diterima orang lain dengan komunikasi yang baik. Memahami sebelum dipahami dan menghormati setiap orang adalah salah satu penerapan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian kita bisa menadi dependable dari orang-orang yang tepat. Sehingga meskipun suatu ketika kita sudah keluar dari perusahaan tempat kita bekerja, kita masih bisa menjaga komunikasi dengan teman-teman lama.

About Iman Roems

Nama saya Sudirman Rumakefing, namun dalam ngeblog saya sering menggunakan Nama Iman Roems. Saya asli dari Maluku, sekarang bekerja di salah satu Perguruan Tinggi di Ambon, dan sekarang menetap di Ambon - Maluku..
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top